SEVERINO DI GIOVANNI in Indonesia

Articolo su SEVERINO DI GIOVANNI in indonesiano, tratto dal blog timkatalis.blogspot.com

Culmine saluta con piacere la diffusione dell’insurrezione anarchica in Indonesia!!!

* http://timkatalis.blogspot.com/2010/12/panjangumur-anarki.html

* * *

PANJANGUMUR ANARKI!

Severino Di Giovanni dan Propaganda-Dengan-Tindakan di Argentina

Severino Di Giovanni (1901-1931), adalah seorang anarkis kelahiran Italia yang kemudian pindah ke Argentina, di mana ia menjadi anarkis yang paling terkenal atas aksi kekerasannya di negeri itu. Sebagian besar aksinya ditujukan sebagai bentuk dukungan untuk Sacco dan Vanzetti juga sebagai bagian dari proyek anti-fasis.
Anarkis yang menyukai kopi manis ini dilahirkan pada 17 Maret 1901, di kota Chieti, di Abruzzo (Italia), sekitar 180 km dari Roma. Dia dibesarkan pada era pasca-perang dunia pertama, di mana kelaparan, kemiskinan dan tentara yang terluka memenuhi jalanan. Kenyataan ini membawa dampak besar terhadap ide-ide Di Giovanni selanjutnya. Ia mengikuti kursus untuk menjadi seorang guru, dan segera mulai mengajar di sebuah sekolah di kotanya bahkan sebelum lulus dari kursus tersebut. Secara otodidak Di Giovanni juga mempelajari seni tipografi, selain membaca Bakunin, Malatesta, Proudhon, and Élisée Reclus pada masa-masa senggangnya.
Di Giovanni mulai memberontak melawan penguasa pada usia sangat muda. Pada usia 19 tahun ia menjadi yatim piatu, dan pada usia dua puluh tahun (1921) telah sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip gerakan anarkis. Dia menikahi Teresa Masciulli, pada 1922. Di tahun yang sama pada bulan maret, Black Shirt (grup paramiliter Mussolini) mengambilalih kekuasaan di Roma. Giovanni dan Teresa memutuskan untuk pindah ke Argentina, di mana ia segera terlibat dengan para anarkis dan gerakan anti-fasis di sana.

KEDATANGAN DI ARGENTINA
Anarkis yang beristrikan gadis dari Chieti ini, tiba di Buenos Aires bersama gelombang besar terakhir imigran Italia yang masuk Argentina sebelum Perang Dunia II, kebanyakan imigran ini adalah orang-orang miskin dan kurang pendidikan. Dia tinggal di daerah Morón namun pergi ke Buenos Aires tiap hari untuk berpartisipasi dalam rapat dan rencana aksi melawan fasisme dan pendukung diktator fasis Italia di Argentina. Banyak anarkis asal Italia yang berimigrasi ke Argentina. Bahkan sampai hari ini, Argentina tercatat sebagai negara yang memiliki kelompok anarkis terbesar dari semua negara di Amerika Selatan.
Giovanni cenderung lebih dekat dengan faksi radikal anarkis Argentina, seperti mereka yang ada di lingkaran Ramón González Pachecho dan Teodoro Antilla dari majalah La Antorcha, dibandingkan dengan FORA (Federasi Regional Pekerja Argentina) dan surat kabar bersejarah: La Protesta, yang diterbitkan oleh Emilio López Arango dan dieditori oleh Diego Abad de Santillán.
Selama tahun 1920-an, Argentina dikuasai oleh Partai kiri moderat UCR, yang secara bergantian dipimpin oleh Presiden Hipólito Yrigoyen dan Marcelo Torcuato de Alvear. Sebagai seorang anarkis, Di Giovanni menyerang UCR, yang baginya tak lebih dari sekedar bayangan yang condong ke arah elemen sayap kanan dan fasis dalam politik Argentina.`
Aksi pertama Severino Di Giovanni dilakukan pada 6 Juni 1925, pada saat berlangsungnya peringatan ke-25 tahun naiknya Victor Emmanuel III ke tahta Italia yang sedang dirayakan di Teatro Colón. Presiden Alvear beserta istri, penyanyi opera Regina Pacini, dan pangeran Luigi Aldrovandi Marescotti—Duta Besar diktator Fasis Italia—hadir pada acara itu. Sejumlah anggota Black Shirt juga disiagakan oleh Marescotti untuk mengantisipasi para perusuh. Ketika orkestra memulai lagu kebangsaan Italia, Giovanni dan kawan-kawannya menyebarkan selebaran, dan meneriakkan, “Pembunuh! Pencuri!” Pada saat itu, anggota Black Shirt bisa menangkap dan menyerahkan mereka kepada polisi.

CULMINE, SACCO & VANZETTI, DAN PROPAGANDA-DENGAN-TINDAKAN
Setelah keluar dari penjara, Giovanni ambil bagian dalam protes internasional terhadap penangkapan dan pengadilan Sacco dan Vanzetti, dua orang anarkis yang dikenal sebagai Galleanis. Sacco dan Vanzetti dituduh melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap dua pengawal penggajian. Pada masa itu di Argentina, Giovanni adalah salah satu anarkis yang paling aktif dalam membela kedua orang tersebut yang kebetulan juga sama-sama imigran asal Italia, menulis di berbagai surat kabar, termasuk melalui Culmine, surat kabar miliknya sendiri yang didirikan pada Agustus 1925, juga di Adunata dei L’Refrattari yang diterbitkan di New York.
Culmine mendorong penggunaan aksi langsung dan propaganda-dengan-tindakan. Di Giovanni mengerjakannya pada malam hari, selain dia juga harus mendukung aktivismenya dan menghidupi keluarganya dengan bekerja di pabrik serta menjadi opseter. Di Giovanni meringkas tujuan Culmine sebagai berikut:
* Menyebarkan ide-ide anarkis di antara para pekerja asal Italia.
* Melawan propaganda pseudo-revolusioner dari partai politik, yang menggunakan ide anti-fasisme palsu sebagai alat untuk memenangkan pemilihan umum.
* Memulai agitasi anarkis di antara para pekerja asal Italia dan menjaga ide anti-fasisme tetap hidup.
* Menarik minat para pekerja asal Italia di argentina untuk melakukan protes dan pengambilalihan pabrik.
* Menciptakan kerjasama yang aktif dan berkelanjutan di antara grup-grup anarkis, mitra yang terisolasi dan gerakan anarkis regional.
Pada tanggal 16 Mei 1926, hanya beberapa jam setelah dijatuhkannya hukuman mati untuk Sacco dan Vanzetti, Giovanni mengebom kedutaan besar Amerika Serikat di Buenos Aires, yang menghancurkan seluruh bagian depan bangunan. Keesokan harinya, Presiden Alvear memerintahkan polisi melakukan pencarian orang-orang yang dicurigai dalam serangan tersebut. Polisi kemudian meminta bantuan dari Kedutaan Besar Italia untuk mengidentifikasi tersangka. Kedutaan langsung menyerahkan nama Giovanni, yang dianggap telah mengganggu perayaan di Teatro Colón. Dia ditangkap oleh polisi dan disiksa selama 5 hari, namun polisi tidak mendapat informasi apa pun. Giovanni selanjutnya dibebaskan karena kurangnya bukti.
Sementara itu, di Massachusetts pembela hukum Sacco dan Vanzetti berhasil menunda pelaksanaan eksekusi sampai 23 Agustus 1927. Gerakan yang mendukung para anarkis Galleanis ini berlanjut menjadi dorongan untuk memberikan pengampunan dan melepaskan keduanya. Pada tanggal 21 Juli 1927, Kedutaan Besar Amerika Serikat menerbitkan sebuah artikel di koran konservatif La Nación, yang menggambarkan dua anarkis asal Italia ini sebagai pelanggar hukum yang tak beretika. Keesokan harinya, Giovanni dan dua anarkis lainnya, Alejandro dan Paulino Scarfó, meledakkan patung Washington di Palermo, dan beberapa jam kemudian, sebuah bom meledak di salah satu lahan konsesi yang paling penting dari Ford Motor Company.
Dihadapkan dengan bukti keterlibatan anarkis dalam pengeboman itu, pada 15 Agustus 1927, Eduardo Santiago, petugas Polisi Federal yang bertanggung jawab atas penyelidikan, mengklaim bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali dan bahwa tidak ada anarkis di dunia ini yang bisa mengalahkannya. Pada hari berikutnya, rumah Santiago dibom oleh Giovanni dan kelompoknya. Dia beruntung dan tetap hidup karena keluar rumah beberapa menit sebelumnya untuk membeli rokok.
Pada tanggal 23 Agustus 1927, Sacco dan Vanzetti akhirnya dihukum mati; sebagai respons, 24 jam kemudian diproklamasikan pemogokan umum di Buenos Aires, dan juga di berbagai ibukota negara lain di dunia. Beberapa hari setelah eksekusi, Giovanni menerima surat dari janda mendiang Sacco, yang berterima kasih atas apa yang dilakukannya. Janda mendiang Nicola Sacco pun memberi informasi bahwa direktur perusahaan tembakau Combinados telah mengusulkan padanya sebuah kontrak untuk memproduksi rokok dengan merek “Sacco & Vanzetti“. Pada 26 November 1927, Giovanni dan rekan-rekannya mengebom toko tembakau Combinados milik Bernardo Gurevich di Rivadavia 2279. Giovanni dan rekan-rekannya pun meneruskan kampanye teror anti-Amerika Serikatnya. Markas besar Citibank dan Bank of Boston rusak parah dalam ledakan bom pada 24 Desember 1927, peristiwa ini menewaskan 2 orang dan melukai 23 lainnya.
Pada awal 1928, koran liberal berbahasa Italia di Buenos Aires, L’Italia del Popolo, menyerang Konsul Italia, Italo Capil, sebagai informan dan unsur-unsur pendukung fasis di Kepolisian Federal. Setelah diberitahu bahwa konsul akan mengunjungi kantor konsulat yang baru dengan Duta Besar baru Martin Franklin, Giovanni dan Scarfo bersaudara mengebom konsulat Italia pada 23 Mei 1928 yang menewaskan 9 orang dan melukai 34 lainnya. Pada saat itu, pengeboman konsulat Italia tersebut adalah serangan paling mematikan yang pernah terjadi di Argentina. Para penentang pemerintahan fasis Italia mencatat bahwa pemakaman pegawai konsuler dilangsungkan sesuai dengan “upacara pemakaman fasis”, dihadiri oleh para duta besar dan Pangeran Martin Franklin, utusan resmi pemerintahan fasis Italia di Argentina Romualdo Materlli. Tak ketinggalan presiden Alvear serta istrinya Regina Pacini dan Jenderal Agustín P. Justo turut hadir.
Pada hari yang sama, Giovanni mencoba melakukan pengeboman pada perusahaan farmasi milik Benjamín Mastronardi di La Boca. Mastronardi adalah Ketua Komisi fasis La Boca. Namun, bom itu tanpa sengaja bisa dinonaktifkan oleh anak Mastronardi. Setelah berusaha mengebom katedral, Giovanni dicap oleh otoritas Gereja Katolik sebagai “orang yang paling jahat yang pernah berjalan di muka bumi.”
Kecenderungan propaganda-dengan-tindakan yang dilakukan Giovanni memicu perdebatan sengit di dalam komunitas anarkis. Beberapa tokoh anarkis berpendapat bahwa aksi Giovanni adalah tindakan yang kontraproduktif dan hanya akan menghasilkan kudeta militer dan kemenangan bagi kekuatan fasis. Jurnal anarkis seperti La Protesta dan La Antorcha mengkritik metode aksi-langsung Giovanni dan juga kekerasan yang dianggap tidak pandang bulu. La Protesta dieditori oleh penentang keras Giovanni yang bernama Diego Abad de Santillán yang mengambil garis sikap terang-terangan anti-Di Giovanni. Sikap seorang anarko-sindikalis itu semakin mengeras tatkala pengeboman tanpa pandang bulu Di Giovanni semakin menjadi-jadi. Sementara La Antorcha lebih samar-samar dalam kritiknya, namun tetap tidak ada surat kabar yang menyukai Giovanni. Kedua surat kabar tersebut juga terlibat saling cela sekali atau beberapa kali dengan kolom yang ada di Culmine. Perang kata-kata terus meningkat, hingga pada 25 Oktober 1929 seseorang membunuh Emilio Lopez Arango, salah satu editor La Protesta. Mula-mula sekelompok tukang roti yang menjadi anggota serikat pekerja yang sama dengan Arango dicurigai sebagai pelaku pembunuhan tetapi tidak pernah ada tuntutan atas itu. Kemudian, meskipun tidak pernah terdapat bukti yang meyakinkan, Giovanni dan rekan-rekannya menjadi tersangka utama dalam pembunuhan tersebut.
La Protesta lalu mengecam pengeboman konsulat Italia. Kritik itu tidak memberi pengaruh apa-apa. Karena tiga hari setelah pengeboman konsulat Italia, Giovanni menyerang lagi di daerah Caballito, dia melakukan pengeboman di rumah Afeltra César, seorang anggota polisi rahasia Mussolini. Alfeltra banyak dituduh oleh anarkis buangan asal Italia telah melakukan penyiksaan terhadap beberapa anarkis dan kelompok-kelompok radikal anti-fasis di Italia.
Pada bulan Desember 1928, Presiden Amerika Serikat terpilih Herbert Hoover mengunjungi Argentina. Giovanni pun berencana melakukan pengeboman yang ditujukan ke kereta Hoover sebagai pembalasan dendam atas pelaksanaan eksekusi terhadap Sacco dan Vanzetti, tapi eksekutor pengeboman, Alejandro Scarfó, ditangkap sesaat sebelum menempatkan bahan peledak di rel. Tragedi ini membuat Giovanni menunda kampanye pengebomannya. Untuk sesaat kemudian dia lebih fokus pada jurnal Culmine, Pada 1929, ia menulis:
“Menghabiskan waktu yang monoton di antara orang-orang pada umumnya, yang menyerah, yang menjadi kolaborator, yang jadi konformis; bukanlah kehidupan, itu cuma tanda keberadaan diri yang membosankan, hanya pembawa, dalam bentuk kemampuan bergerak, dari sekumpulan daging dan tulang. Kehidupan butuh keindahan yang sempurna, yang hanya bisa dialami dengan pemberontakan pikiran dan kedua lengan.”
Menyusul peristiwa kudeta militer September 1930, yang menggulingkan Hipólito Yrigoyen, dan digantikan oleh Jenderal José Félix Uriburu dan Agustin P. Justo, Di Giovanni berencana untuk membebaskan koleganya Alejandro Scarfó dari penjara. Memerlukan dana dalam rangka untuk menyuap penjaga penjara, ia menyerang Obras Sanitarias de la Nación pada 2 Oktober 1930, ini menjadi perampokan yang paling penting sampai saat itu di Argentina. Di Giovanni berhasil membawa pergi hasil senilai 286.000 peso. Namun, rencana pembebasan tidak pernah terjadi, dan Alejandro Scarfó tetap dalam penjara.

PENANGKAPAN DAN EKSEKUSI
Tahun 1927, Di Giovanni meninggalkan istrinya, dan memulai hubungan dengan Amerika Josefina (“Fina”) Scarfó seorang gadis berusia lima belas tahun yang juga adik dari Scarfó bersaudara, Alejandro dan Paulino. Sebagai kamuflase, Fina menikahi seorang anarkis bernama Silvio Astolfi hanya agar lebih mudah dan nyaman tinggal bersama Di Giovanni, tapi lalu dengan tiba-tiba dia memutuskan semua kontak dengan keluarganya. Pada awal dekade keji yang diprakarsai oleh kudeta militer, Di Giovanni melewatkan jangka waktu yang lama dalam pengasingan diri, mengerjakan karya-karya lengkap dari Elisée Reclus. Polisi mencoba untuk menangkapnya di sebuah toko percetakan, tapi Di Giovanni berhasil melarikan diri dengan diwarnai baku tembak yang menyebabkan satu polisi tewas dan seorang lainnya luka.
Bulan Januari 1931, Di Giovanni ditangkap setelah terluka parah akibat baku tembak yang lain. Fina dan Paulino Scarfó juga tertangkap bersamanya, dua anarkis lainnya tewas dalam pertempuran itu. Di Giovanni kemudian menyatakan bahwa sekitar 300 ayam yang ditemukan di rumah mereka harus diberikan kepada orang miskin di kota Burzaco.
Junta militer menyatakan penangkapan tersebut sebagai kemenangan rezim yang baru dan mereka segera mengadakan pengadilan militer. Di Giovanni dibela oleh pengacara kompeten yang ditunjuknya, Letnan Juan Carlos Franco, yang menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan sistem peradilan dan menuduh bahwa Di Giovanni telah disiksa oleh polisi. Semangat Letnan Franco dalam membela kliennya menyebabkan dirinya sendiri kemudian ditangkap setelah sidang. Kemudian ia dipecat dari jajaran pasukan bersenjata dan dipenjarakan sebentar sebelum dideportasi dari Argentina. Semua usaha itu tetap tidak membuahkan hasil, bukti-bukti yang dipakai melawan Di Giovanni terlalu nyata, baik dia dan Paulino Scarfó kemudian dijatuhi dihukum mati; sementara Fina, karena masih di bawah umur akhirnya dibebaskan.
Dalam pamflet politik terakhirnya, yang ditulis setelah pasukan pemerintah membunuh para pekerja yang sedang berparade dalam prosesi pemakaman bagi mereka yang tewas dalam serangan kekerasan, Giovannni menulis, “Hati-hati, Uriburu (José Félix Uriburu, diktator Argentina) dan para pembunuh suruhannya; peluru kami akan mencari tubuh kalian… borjuis, industrialis, bankir, dan pemilik tanah, hati-hati… harta dan hidupmu akan dihancurkan dan dibakar!”
Beberapa jam sebelum kematiannya, Giovanni minta kopi manis untuk dibawa ke selnya. Setelah mencicipinya, dia mengembalikan kopi itu. Sambil bercanda Giovanni berkata, “Aku mau yang lebih banyak gulanya… ah sudahlah, mungkin lain kali saja.”
Severino Di Giovanni dieksekusi oleh regu tembak pada tanggal 1 Februari 1931. Di Giovanni meneriakkan “Viva l’Anarchia!” (Panjang umur anarki!) sebelum diterjang sedikitnya delapan peluru 7.65mm senapan Mauser. Setelah bertukar perpisahan terakhir, Paulino Scarfó juga dieksekusi. Jenazah Di Giovanni secara rahasia dimakamkan atas perintah Menteri Dalam Negeri Matías Sánchez Sorondo, di La Chacarita. Meskipun sudah dilakukan tindakan pencegahan ini, hari berikutnya tanpa diketahui dilakukan oleh siapa, makam Di Giovanni telah berhiaskan bunga-bunga.

KETERANGAN TAMBAHAN
Setelah eksekusi Di Giovanni, Fina meninggalkan suaminya, Silvio Astolfi, sebelum akhirnya menikah lagi dan menetap dalam kehidupan yang tenang di Buenos Aires. Setelah menjalani hukuman penjara yang panjang, Silvio Astolfi kembali ke Eropa dan melanjutkan aksi-aksi anti-fasisnya, dia kemudian meninggal selama perang saudara di Spanyol. Pada tanggal 28 Juli 1999, Fina Scarfó mendapatkan kembali surat cinta dari Di Giovanni yang telah dikirim padanya dari penjara, yang selama satu dekade sebelumnya disita oleh polisi.
Teresa Masciulli, istri Giovanni, juga menikah lagi; anak-anak Di Giovanni dari Teresa akhirnya berganti nama. Alejandro Scarfó, setelah menjalani hukuman penjara untuk percobaan pembunuhan Presiden Hoover, dibebaskan dari penjara pada tahun 1935. Ditinggalkan oleh keluarganya dan bahkan oleh tunangannya, ia pergi menghilang ke dalam kegelapan, kepedihan dan kebencian.

This entry was posted in informalidad. Bookmark the permalink.